Tentang Rel KA di Indonesia

KA Trans Sulawesi menghubungkan Makassar-Pare Pare sejauh 145 km ditargetkan beroperasi tahun 2018.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator sarana Kereta Api di Indonesia termasuk KA Trans Sulawesi.

Jalur Makassar-Pare Pare berbeda dengan jalur rel di Jawa dan Sumatera. Lebar sumbu as rel KA Trans Sulawesi menggunakan ukuran 1435 mm, serta jenis batang rel menggunakan R60. Sedangkan lebar rel di Jawa dan Sumatera hanya 1067 mm dengan jenis batang rel menggunakan R54.

Di Indonesia dikenal 4 macam batang rel, yakni R25, R33, R42, dan R54. Misalkan, R25 berarti batang rel ini memiliki berat rata-rata 25 kilogram/meter. Makin besar “R”, makin tebal pula batang rel tersebut.Berikut ini daftar rel yang digunakan di Indonesia menggunakan standar UIC dengan Standar:

UIC = Union Internationale des Chemins de Fer, UIC (adalah Persatuan Perusahaan Kereta Api Sedunia )

  • Rel 25 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 25 kilogram (kg).
  • Rel 33 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 33 kilogram (kg).
  • Rel 41 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 41 kilogram (kg).
  • Rel 42 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 42 kilogram (kg).
  • Rel 50 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 50 kilogram (kg).
  • Rel 54 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 54 kilogram (kg).
  • Rel 60 yang berarti tiap 1 meter potongan rel beratnya adalah 60 kilogram (kg).

Lebar Rel :

  • Lebar 700 mm, digunakan Kereta api Aceh, dari Besitang menuju Banda Aceh yang saat ini sudah tidak digunakan lagi.
  • Lebar 1000 mm disebut juga “meter gauge”, digunakan di Malaysia.
  • Lebar 1067 mm, atau 3 kaki 6 inci merupakan lebar rel yang digunakan secara umum di Indonesia, disebut juga sebagai Narrow gauge. Narrow gauge cocok untuk daerah yang bergunung-gunung karena trak yang lebar membutuhkan biaya besar dan pembangunannya lebih sulit.
  • Lebar 1435 mm, atau 4 kaki 8,5 inci. merupakan rel yang banyak digunakan didunia sehingga disebut juga sebagai Standard gauge.

—- dari berbagai sumber

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s