OH Indosat KU

Indosat memiliki sejarah panjang perpindahan kepemilikan dan perubahan tujuan perusahaan semenjak didirikan pada 20 November 1967. Didirikan sebagai perusahaan modal asing oleh pemerintah Indonesia dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero), perusahaan ini mulai beroperasi pada September 1969 sebagai perusahaan komersil penyedia jasa sambungan langsung internasional (IDD). Perusahaan ini membangun, memindahkan, dan melakukan kaidah operasional sebuah organisasi telekomunikasi internasional (International Telecommunications Satellite Organization) disingkat Intelsat, untuk mengakses Intelstat lain (satelit) yang berada di Samudra Hindia dengan durasi kesepakatan 20 tahun hingga 1987. Sebagai konsorsium global organisasi satelit komunikasi, intelstat memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit-satelit komunikasi.

Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Seperti kita ketahui, pada tahun 2002 aset penting negara, PT Indosat dijual oleh Presiden (yang saat itu menjabat) dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 = Rp 8.940). Dengan alasan “Indosat diswastakan untuk menutupi kekurangan APBN, agar investor terpancing kembali ke Indonesia. Krisis sudah terlalu lama, sejak ’98 membebani ekonomi setiap keluarga. Tekad kabinet agar hutang LN tidak bertambah lagi. …

pendapat Kwik Kian Gie adalah seorang ahli ekonomi dan politikus Indonesia. Beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas saat itu. Kwik merupakan fungsionaris PDI-Perjuangan. Indosat adalah BUMN strategis, Indosat aset negara yang mempunyai nilai tinggi. Saya tidak membicarakan soal uangnya, tetapi soal vitalnya. Kalau dijual, maka semua pembicaraan rahasia negara dapat disadap. Melalui aset strategis itu pihak asing dapat melihat kekuatan Indonesia secara telanjang. Itu sama saja dengan menyerahkan apa yang menjadi kekuatan kita. Tapi, ibu Megawati saat itu malah bertanya “kamu tahu dari mana sementara kamu hanyalah ahli ekonomi”. Padahal, saya mendapatkan saran dari pakar satelit yang mantan Rektor Institut Teknologi Bandung, Iskandar Alisjahbana. Jadi, alasan krisis keuangan saat itu adalah tidak benar.

Saat ini Pemerintah Indonesia memegang 14,29 persen saham Indosat, sedangkan mayoritasnya dikuasai Ooredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom) sebanyak 65 persen. Sisanya sekitar 20,71 persen beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI). [Okezone]

FAKTAnya.. Indonesia ternyata tidak mempunyai hak sama sekali untuk membeli kembali 41,94 persen saham Indosat yang kini sudah dikuasai asing. Masalah buyback sama sekali tidak tercantum dalam perjanjian jual beli atau sales and purchase agreement (SPA).

mulai 19 November 2015 Indosat berganti nama menjadi Indosat ooredoo.

apakah nantinya nama Indosat akan ilang dari bumi pertiwi..?

sedih rasanya….

dari berbagai sumber.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s