Comac C919

Comac C919 adalah pesawat yang dibuat oleh Commercial Aircraft Corporation of China (Comac), direncanakan berisi 158-174 seat .

Seperti dilansir CNN, Selasa (3/11/2015), selain memiliki kapasitas sejenis, C919 dirancang mampu menempuh perjalanan 5.555 kilometer. Kemampuan C919 dinilai cocok melayani penerbangan komersial rute-rute sedang, seperti Shanghai-Singapura atau Beijing-Bangkok.

C919 merupakan bagian dari tujuan jangka panjang China untuk memecah duopoli Airbus dan Boeing, yaitu  bersaing dengan Airbus A320, Boeing 737. Selama ini, banyak maskapai masih menggunakan armada produksi Boeing ataupun Airbus untuk melayani rute domestik dan internasional.

comac c919-2COMAC-C919-rollout2-Brad-Perrett

Spesifikasi

C919-Mixed C919-All ECO C919-High Density
Flight crew 2
Seating capacity 156 (2-class) 168 (1-class) 174 (1-class)
Seat pitch base line 12 pax (97 cm (38 in)) + 144 pax (81 cm (32 in)) 168 pax (81 cm (32 in)) 174 pax (76 cm (30 in))
Length 38.9 metres (127 ft 7 in)
Wingspan 35.8 metres (117 ft 5 in)
Wing area 129.15 square metres (1,390 square feet)
Wing Sweepback
Height 11.95 metres (39 ft 2 in)
Cabin width 3.9 metres (12 ft 10 in)
Cabin height 2.25 metres (7 ft 5 in)
Aisle width
Seat width
Typical empty weight
Maximum take-off weight 77,300 kilograms (170,400 lb) extended range
Range fully loaded 4,075 km (2,200 nmi) 5,555 km (2,999 nmi)
Max. operating speed Mach 0.785 900 kilometres (560 mi) (extended range)
Normal cruise speed 834 kilometres per hour (518 mph)
Take off run at MTOW
Service Ceiling 12,100 metres (39,700 ft)
Powerplants (2x) CFM International LEAP 1C / Comac CJ-1000A
Engine thrust 110,000–130,000 N (25,000–30,000 lbf)

Peluncuran pesawat jet kelas medium atau narrow body berkapasitas 174 orang ini nantinya bakal menantang dominasi pesawat sejenis keluaran Boeing (seri B-737) dan Airbus (seri A-320).

Pengembangan pesawat jet di China pernah dirintis era 1980-an, tapi pengembangan pesawat kala itu tidak pernah berlanjut. Namun Pemerintah China tak menyerah. Pada tahun 2008, rencana pengembangan C919 pertama kali disampaikan ke publik.

Butuh 7 tahun, bagi produsen asal China melahirkan wujud C919 yang diluncurkan 2 November 2015.

Setelah proses roll out, C919 direncanakan menjalani terbang perdana mulai tahun 2016. Produsen C919, Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), tidak berhenti pada pengembangan pesawat narrow body.

BUMN produsen pesawat asal China ini mengumumkan rencana pengembangan lanjutan berupa pesawat berbadan lebar (wide body). Seperti diketahui, pasar wide body juga masih didominasi oleh Airbus dengan A-380 dan A-350 atau Boeing dengan B-747, B-777 dan B-787.

Pemerintah China ingin C919 dipakai sebagai lompatan untuk pengembangan pesawat wide body. Untuk merealisasikan mimpi tersebut, Pemerintah negeri tirai bambu itu akan melibatkan 200 perusahaan, 36 universitas, hingga ribuan ahli pesawat.

Media lokal China mengklaim, COMAC melengkapi jet C919 rancangannya dengan peralatan electronic (avionik) hingga material badan pesawat (composit) varian pesawat terbaru yang telah terpasang pada Boeing 787 Dreamliner. Namun, para ahli penerbangan menyangsikan klaim media lokal tentang keaslian bahan baku dari C919.

Dari analisa CNN, komponen penting C919 masih didatangkan dari beberapa negara, seperti mesin buatan perusahaan patungan Amerika Serikat (AS) dan Prancis yakni CFM atau power system dan landing gear dari perusahaan asal AS, Honeywell.

Pembuatan pesawat C919 bukan tanpa sebab. China merupakan pasar penerbangan komersial terbesar kedua di dunia, setelah AS. Industri penerbangan di China masih dan akan tumbuh signifikan. Proyeksi Boeing hingga 20 tahun ke depan, China membutuhkan tambahan 6.300 pesawat baru.

comac c919-1

Peluang tersebut sebetulnya telah ditangkap oleh produsen pesawat asal Eropa, Airbus. Airbus telah mendirikan pusat perakitan A320 di Tianjin, China sejak 2008.

Presiden China, Xi Jinping, juga baru-baru ini saat melakukan lawatan kenegaraan ke AS, menandatangani kerjasama pembelian pesawat dari Boeing. Tak tanggung-tanggung, Xi menyaksikan perusahaan lokal China membeli 300 pesawat Boeing senilai US$ 38 miliar atau sekitar Rp 513 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 13.500).

Tidak berhenti di situ, China juga baru-baru ini membeli 130 pesawat buatan Airbus seniai US$ 17 miliar. Pembelian ini terjadi pasca kunjungan Kanselir Jerman, Angela Merkel ke Bejing pada minggu lalu.

C919 diproyeksi akan menjadi masa depan industri penerbangan China. COMAC, sebagai produsen C919, memproyeksi bisa menjual 2.000 jet lokal dalam 20 tahun ke depan. Beberapa pengamat asal China memproyeksi, ke depannya, COMAC bisa disejajarkan dengan raksasa, Boeing dan Airbus.

Hingga saat ini, COMAC telah menerima pesanan 517 unit pesawat C919. Pemesanan umumnya datang dari maskapai pelat merah asal China dan perusahaan pembiayaan pesawat lokal.

Perjalanan C919 ke pasar internasional diproyeksi tidak berjalan mulus. Alasannya, C919 belum mengantongi sertifikasi tipe dari lembaga penerbangan asal AS, Federal Aviation Administration (FAA). Sertifikasi lembaga internasional diperlukan sebagai syarat melayani penerbangan dan penjualan di luar China.

Meski ada keraguan perihal standar keselamatan pesawat C919, namun dukungan dan harapan publik China terhadap jet lokal ini sangat tinggi. Di media sosial China, C919 dinilai bisa menjadi pesawat dinas kenegaraan atau Air Force One sang presiden. Saat ini, Presiden China masih menggunakan armada Boeing 747 saat melakukan lawatan ke luar negeri.

Saat diluncurkan perdana ke publik atau familiar disebut roll out di Shanghai China, pesawat belum bisa terbang.

Setelah proses roll out, pesawat harus menjalani uji struktur hingga uji sistem. Setelah itu, baru C919 bisa melakukan terbang perdana (first flight).

Dikutip dari BBC, Rabu (3/11/2015), COMAC menargetkan first flight baru bisa terlaksana di 2016. Proses pengujian dilakukan selama beberapa tahun. Proses ini diproyeksi memakan waktu 3 tahun, sebelum pesawat diproduksi secara massal.

Pesawat C919, diklaim akan masuk ke pasat jet komersial di atas 150 penumpang. C919 akan menantang dominasi produsen pesawat dunia, Boeing dan Airbus.

Hingga saat ini, COMAC telah mengantongi order 517 unit pesawat C919. Umumnya, pemesanan datang dari maskapai pelat merah asal China dan perusahaan pembiayaan pesawat lokal.

…… dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s