10 Merk Mobil Terlaris Agustus 2018

1. Toyota: 31.149 unit
2. Daihatsu: 17.510 unit
3. Honda: 14.862 unit
4. Mitsubishi Motors: 13.824 unit
5. Suzuki: 10.764 unit.
6. Mitsubishi Fuso: 3.855 unit
7. Hino: 3.609 unit
8. Isuzu: 2.606 unit
9. Wuling: 1.908 unit
10. Mazda: 577 unit.

>< dari berbagai sumber

Iklan

20 Mobil Terlaris Bulan Agustus 2018

1. Mitsubishi Xpander: 6.923 unit
2. Toyota Avanza 6.210 unit
3. Toyota Rush 5.898 unit
4. Toyota Calya 5.356 unit
5. Toyota Kijang Innova 5.173 unit
6. Daihatsu Sigra 4.355 unit
7. Daihatsu GranMax Pickup 3.770 unit
8. Suzuki Carry Pickup 3.690 unit
9. Honda HR-V 3.445 unit
10. Daihatsu Terios 3.016 unit
11. Honda Mobilio 2.650 unit
12. Suzuki Ertiga 2.443 unit
13. Toyota Agya 2.393 unit
14. Daihatsu Ayla 2.355 unit
15. Mitsubishi L-300 Pickup 2.318 unit
16. Honda Brio Satya 2.312 unit
17. Daihatsu Xenia 2.023 unit
18. Suzuki Ignis 1.887 unit
19. Mitsubishi Pajero Sport 1.806 unit
20. Toyota Fortuner 1.509 unit.

>< dari berbagai sumber

20 mobil terlaris bulan Juli 2018

1. Mitsubishi Xpander: 7.570 unit
2. Toyota Rush: 7.365 unit
3. Toyota Avanza: 6.766 unit
4. Toyota Calya: 6.099 unit
5. Toyota Innova: 5.204 unit
6. Brio Satya: 5.041 unit
7. Daihatsu Sigra: 3.943 unit
8. Daihatsu Granmax Pick-up: 3.658 unit
9. Honda Mobilio: 3.388 unit
10. Suzuki Carry Pick-up: 3.371 unit
11. Daihatsu Terios: 3.134 unit
12. Daihatsu Xenia: 2.897 unit
13. Toyota Agya: 2.750 unit
14. Toyota Fortuner: 2.669 unit
15. Mitsubishi L-300 Pick-up: 2.431 unit
16. Suzuki Ertiga: 2.248 unit
17. Mitsubishi Pajero Sport: 1.976 unit
18. Daihatsu Ayla: 1.900 unit
19. Suzuki APV Pick-up: 1.677 unit
20. Suzuki Ignis: 1.309 unit

>< dari berbagai sumber.

Sanepa

Sanépa iku unèn-unèn sing tegesé mbangetaké nanging nganggo tembung kosok balèn. Sanépa iku ukara pepindhan kang kadadéan saka dhapukaning tembung watak lan tembung aran.

Tuladha:

  • awaké kuru semangka; tegesé awaké lemu banget, diumpamaké kaya semangka
  • polahé anteng kitiran; tegesé polah banget, diumpamakké kaya kitiran

Umpamané:

  1. Cahyané abang dluwang tegesé Cahyane putih banget
  2. Awaké kuru semangka tegesé Awaké lemu banget
  3. Ambuné arum jamban tegesé Ambuné banger banget
  4. Balungé atos debog tegesé balungé empuk banget
  5. Barangé aji godhong garing tegesé Barangé ora aji banget
  6. Boboté abot kapuk tegesé Bobote entheng banget
  7. Sesrawungané renggang gula, kumepyur pulut tegesé Sesrawungané raket banget
  8. Dedege dhuwur kencur tegesé Dedege cendhek banget
  9. Èsemé pait madu tegesé Èsemé manis banget
  10. Kulitané wuled godhong lumbu tegesé Kulité mbedhel banget
  11. Lembuné benjo tampah tegesé Lemuné bunder banget
  12. Playuné rindhik asu digitik tegesé Playuné banter banget
  13. Rasané legi bratawali tegesé Rasané pait banget
  14. Tatuné arang kranjang tegesé Tatuné akèh banget
  15. Ulaté bening leri tegesé Ulaté mbesengut banget
  16. Wujudé agal glepung tegesé Wujudé lembut banget
  17. Barangé abot merang segedheng tegesé Barangé ènthèng banget
  18. Matane kedhèp tesmak tegesé Matané mentheleng
  19. Kulité kuning silit kwali tegesé Kulité ireng banget
  20. Playune rindhik asu digithik: Playune banter banget
  21. Playune banther bekecot : Playune rindhik banget
  22. Polahe anteng kitiran: Polahe akeh banget
  23. Raine resik rembulan : Raine bolong-bolong
  24. Rasane legi butrawali: Rasane pait banget
  25. Rambute ireng rambut jagung : Rambute rupane abang
  26. Rembuge peret beton: Rembuge alus banget
  27. Srawunge rnggang gula kumepyur pulut: Srawunge raket banget
  28. Tatune arang kranjang: Tatune kerep banget
  29. Tembunge pait madu: Tembunge manis banget
  30. Rembunge resik peceren: Tembunge rusuh banget
  31. Ulate bening leri: Ulate mrengut banget
  32. Suwe mijet wohing ranti: Sedhela banget
  33. Swarane sepet madu : Suarane merdu banget
  34. Wujude agal glepung: Wujude lembut banget
  35. Utange arang wulu kucing: Utange akeh banget.

Pitutur / Petuah Bijak

Nilai Positif dari Pitutur “Jawa”

  1. Jarkoni ( Iso Ujar Ora Iso Nglakoni = Hanya bisa bicara tidak bisa menjalankan )

Istilah Jarkoni biasanya disampaikan sebagai sindirian atau teguran ke orang-orang yang pintar bicara tapi dirinya sendiri tidak bisa menjalankan yg dibicarakan (konsistensi).

Maka budaya Jawa pun sebenarnya sangat mengutamakan “konsistensi” atau keserasian antara tindakan dan perbuatan. Ditilik lebih dalam lagi ungkapan ini menanamkan nilai kejujuran.

  1. Narimo Ing Pandum (Menerima Dalam Pembagian)

Maksudnya lebih kurang, dalam hidup orang sebaiknya menerima jalan hidupnya sekarang dan menjalani dengan baik. Misalnya:

  • Jika saya sekarang menjadi seorang petani, maka saya hendaknya menjalani pekerjaan sebagai petani dengan sepenuh hati. Tidak mengeluh, tidak menyesali dan menggerutu.
  • Jika anda hidup sebagai orang berkekurangan misalnya, maka jalani saja apa adanya. Tidak perlu merasa sangat menderita, tidak perlu iri dan membenci orang kaya. Manfaatkan penghasilan minim dengan cerdas. Sambil mencari-cari celah menambah penghasilan dengan jujur.
  1. Urip iku wang sinawang ( Hidup itu Saling Melihat)

Artinya, kehidupan itu bersifat sangat relatif tergantung cara pandang. Kehidupan seseorang yg terlihat indah dan nyaman di mata kita, mungkin sesungguhnya tidak begitu bagi yang menjalani. Banyak kesulitan dan beban yang orang lain jalani dan kita tidak ketahui. Dan mungkin jika tahu, kita akan menolak untuk menjalani.

  1. Ngunduh Wohing Pakarti ( Memetik Buah Perbuatan)

Pepatah Jawa kuno ini bermakna, setiap orang akan mendapatkan akibat dari perilakunya sendiri.

  • Jika anda sering memaki orang maka anda akan menuai permusuhan.
  • Jika anda sering menipu orang maka anda akan menuai pengkhianatan atau penipuan lebih besar.
  • Jika anda suka membantu orang maka anda akan memperoleh persahabatan dan mudah pula mendapat pertolongan.

Maka hati-hatilah selalu dalam bertindak, berpikir dan berucap. Berbuat baiklah selalu maka kita akan menuai juga kebaikan. Sekecil apapun perbuatan itu, lakukan saja, jangan ragu.

Sekedar contoh. Setiap kali saya tidak terlihat online, ada seorang teman yang pasti akan japri sekedar bertanya kabar. Meskipun hanya japri, tapi itu adalah bentuk perhatian yang hangat. Kenapa dia melakukan itu ? Hanya karena saya pernah menolong membuat video produknya. Sebuah pekerjaan yang mungkin hanya memerlukan waktu maksimal setengah jam. Tapi berbuah persahabatan kami menjadi lebih erat.

  1.  Witing Tresno Jalaran Saka Kulino (Tumbuhnya cinta karena terbiasa)

Pepatah jawa kuno ini sangat familiar bagi orang jawa, maknanya kurang lebih adalah, bahwa rasa cinta biasanya akan datang jika kita telah terbiasa menjalin komunikasi dan interaksi.

Saya tidak hendak mengaitkan ini dalam pengertian cinta sebagai hubungan antara lelaki dan perempuan. Hubungan seperti itu saya yakin pembaca sudah jauh lebih paham.

Tapi saya lebih menyoroti ke makna tumbuhnya perasaan karena terbiasa. Dalam arti bahwa segala sesuatu itu harus dirawat. Pertemanan perlu dirawat, karier perlu dirawat, pekerjaan perlu dirawat.

  • Merawat pertemanan bisa dengan rutin mulai menyapa.
  • Merawat karier mutlak diperlukan. Dengan apa ? Dengan kerja keras, terus belajar dan dedikasi.
  • Mengapa merawat pekerjaan itu penting ? Karena banyak orang mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai keinginan. Ketimbang kita terus gelisah karena rasa tidak puas, mending belajar mencintai pekerjaan. Banyak kok orang sukses yang berawal dari “terpaksa karena nggak ada kerjaan lain”. Jika kemudian mereka sukses ya karena mereka berhasil perlahan-lahan mencintai pekerjaannya.
  1.  Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto Dhur Angkoro (Mempercantik keindahan dunia, memberantas angkara murka)

Kata Mutiara Jawa kuno ini bermaksud memberi pesan kepada manusia agar ketika hidup di dunia hendaknya berusaha memperindah dunia ini dengan rasa cinta kasih kepada semesta, serta memberantas sifat angkara murka dan segala sifat tercela yang merusak dunia.

  1. Ojo Dumeh, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan (Jangan mentang-mentang, jangan mudah kagum, jangan mudah terkejut)
  • Ojo Dumeh artinya jangan mentang-mentang. Mentang-mentang berkuasa, mentang-mentang cantik, mentang-mentang kaya dst. Hidup harus selalu rendah hati dan mawas diri.
  • Ojo Gumunan atau jangan mudah heran. Nasihat ini menyuruh kita untuk selalu memperluas wawasan sehingga tidak mudah terkagum-kagum. Kenapa tidak boleh mudah kagum ? Karena nenek moyang khawatir jika kita mudah kagum maka kita akan mudah tertipu atau mudah goyah pada prinsip hidup.
  • Ojo kagetan atau jangan mudah kaget. Kehidupan selalu dinamis, perubahan selalu terjadi. Maka bersikaplah tenang dalam menyikapi segala sesuatu. Nasehat ini mengandung makna pula agar kita selalu siap menghadapi segala hal.
  1.  Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka ( Jangan sok pintar nanti tersesat, jangan berbuat curang nanti celaka)
  • Aja keminter mundhak keblinger artinya jangan sok pintar nanti sesat pikiran. Nasihat ini menganjurkan agar meskipun pintar tapi kita tetap harus bersifat terbuka pada pendapat orang lain. Orang yang terlalu mengagungkan kepandaiannya seringkali berakhir dengan memperbodoh dirinya sendiri.
  • Ojo cidra mundak cilaka artinya jangan berbuat curang nanti celaka. Nasihat ini menekankan agar kita selalu jujur karena hidup jujur dan lurus itulah yang terbaik. Apa contohnya ? Ini misalnya :
  • Memperoleh sederetan gelar tapi dengan “membeli” pada akhirnya hanya akan berbuah cemooh dan bisa jadi berakhir di bui.
  1. Alang Alang Dudu Aling Aling Margining Kautaman ( Kesulitan bukanlah pemisah menggapai kesempurnaan ).

Nasihat ini menggambarkan bahwa  dalam mencapai tujuan akan selalu ada kesulitan, tapi janganlah kesulitan itu menjadi penghalang menghentikan usaha kita. Lihatlah kesulitan justru sebagai tantangan atau latihan yang menguatkan kita.

  1.  Aja Rumongso Bisa, Nanging bisaa Rumangsa ( Jangan Merasa Bisa, Namun Bisa-lah Merasa )

Nasihat ini intinya adalah agar kita bisa selalu bisa mengukur kemampuan diri sendiri dan bersikap jujur padanya. Jika memang kita benar-benar mampu sih tidak masalah. Sayangnya pada masa sekarang ini yang umum terjadi adalah  orang merasa mampu padahal sebenarnya tidak. Jangan karena ambisi akan suatu jabatan lalu mengalahkan akal sehat.

—————>>>>>>>———–

  • “Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu”. Artinya Kurangi makan dan tidur yang berlebihan agar kesehatan kita senantiasa terjaga.
  • “Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo”. Artinya Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.
  • “Ambeg utomo, andhap asor”. Artinya Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati.
  • “Ora kena nglarani”. Artinya Jangan melukai orang lain.
  • “Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati”. Artinya Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
  • “Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”. Artinya Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan.
  • “Manungsa mung ngunduh wohing pakarti”. Artinya Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.
  • “Narimo ing pandum”. Artinya Menerima segala rintangan dengan ikhlas.
  • “Adigang, adigung, adiguno “. Artinya jaga kelakuan, jangan somobong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu.
  • “Urip kang utama, mateni kang sempurna”. Artinya Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya.
  • “Mohon, mangesthi, mangastuti, marem”. Artinya Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama.
  • “Alam iki sejatining Guru”. Artinya Alam adalah guru yang sejati.
  • “Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan”. Artinya Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya.
  • “Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana”. Artinya berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia.
    “Natas, nitis, netes”. Artinya Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali.
  • “Aja mbedakake marang sapadha-padha”. Artinya Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia.
  • “Rela lan legawa lair trusing batin”. Artinya Ikhlas lahir batin.

>< dari berbagai sumber.

Mobil Terlaris Indonesia Juni 2018

  1. Avanza terjual 4.648 unit
  2. Toyota Calya 4.057 unit
  3. Mitsubishi Xpander 3.278 unit
  4. Honda Brio Satya
  5. Suzuki Carry 3.396 unit
  6. Daihatsu Sigra 3.016 unit
  7. Toyota Agya 1.993 unit
  8. Suzuki Ertiga 1.929 unit
  9. Honda HR-V 1.5L 1.781 unit
  10. Toyota Rush 1.732 unit
  11. Kijang Innova :  1.614 unit
  12. Honda BR-V yang terjual  1.370 unit
  13. Toyota Fortuner: 1.345 unit
  14. Honda Mobilio: 1.303 unit
  15. Mitsubishi Pajero 1.207 unit
  16. Mitsubishi L-300 : 994 unit
  17. Suzuki Ignis 934 unit.
  18. Daihatsu Terios 923 unit
  19. Daihatsu Xenia 524 unit
  20. Honda Brio (CKD) 513 unit

>< dari berbagai sumber